Titik temu antara ilmu dan filsafat ada beberapa hal di mana filsafat dan ilmu pengetahuan (sains) dapat saling bertemu.Dalam beberapa abad terakhir filsafat telah mengembangkan kerja sama yang baik dengan ilmu pengetahuan banyak di antara filsuf terkenal yang telah memberikan konstribusinya ke pada sains sebagai contoh,Leibniz ikut serta dalam penemuan “Hitung differensial”,filsafat dan ilmu pengetahuan kedua – duanya menggunakan metode pemikiran reflektif dalam usaha untuk menghadapi fakta – fakta dunia dn kehidupan keduanya menunjukkan sikap kritik,dengan pikiran terbuka dan ke mauan yang tidak memihak untuk mengetahui hakikat kebenaran.Mereka berkepentingan untuk mendapatkan pengetahuan yang teratur.
Ilmu membakali filsafat dengan bahan – bahan yang deskritif dan faktual yang sangat penting untuk membangun filsafat.tiap filsuf dari suatu periode lebih condong untuk merefleksasikan pandangan ilmiah pada periode tersebut .Sementara itu,ilmu pengetahuan melakukan pengecekan terhadap filsafat dengan menghilangkan ide – ide yang tidak sesuai dengan pengetahuan ilmiah.
Filsafat mengambil pengetahuan yang terpotong – potong dari berbagai ilmu,kemudian mengaturnya dalam pandangan hidup yang lebih sempurna dan terpadu.Dalam hubungan ini,ke majuan ilmu pengetahuan telah mendorong kita untuk menengok kembali ide – ide dan interpretasi kita,baik itu dalam bidang ilmu pngetahuan maupun dalam bidang – bidang lain .Sebagai salah satu contoh,konsep evaluasi mendorong kita untuk meninjau kembali pemikiran kita hampir dalam segala bidang.kontribusi yang lebih jauh,yang di berikan filsafat terhadap ilmu pengetahuan adalah kritik tentang asumsi,postulat ilmu dan analisa kritik tentang istilah – istilah yang di pakai.
Pertentangan antara ilmu dan filsafat pada umumnya menunjukkan ppada kecondongan atau titik penekanan dan bukan pada penekanan yang mutlak ilmu – ilmu tertentu menyelidiki bidang – bidang yang terbatas,filsafat mencoba melayani seluruh manusia.oleh karna itu filsafat lebih bersifat umum,untuk segala bidang dan untuk pengalaman manusia pada umumnya.Dengan demikian ,filsafat berusaha untuk mendapatkan pandangan yang lebih komprehensif tenteng benda – benda. Jika ilmu itu dalam pendekatanya lebih analitik dan lebih deskritif,maka filsafat lebih sintetik dan sinoptik,dalam menghadapi sifat – sifat dan kualitas kehidupan sebagai keseluruhan.Ilmu berusaha untuk menganalisis seluruh unsur yang menjadi bagia – bagianya serta menganalisis seluruh anggotanya adapun filsafat berusaha untguk mengembangkan benda – benda dalam sintesa yang interpretative dan menemukan arti hakiki benda – benda .
Jika ilmu berusaha untuk menghilangkan faktor – faktor pribadi dan menganggap sepi nilai – nilai demi menghasilkan.Objectifitas maka filsafat lebih mementingkan personalitas,nilai - nilai juga bidang pengalaman.
Ilmu dan filsafat kedua – duanya memberikan penjelasan – penjelasan dan arti – arti dari objeknya masing – masing.Orang lebih menekankan pentingnya deskripsi,hukum – hukum penomena dan hubungan sebab musabab.Filsafat mementingkan hubungan – hubungan antara fakta – fakta khusus dengan bagian yang lebih besar ilmu menggunakan pengamatan,eksperimen dan pengalaman ini derawi,sedangkan filsafat berusaha menghubungkan penemuan – penemuan ilmu dengan maksud menemukan hakikat kebenaranya.
Ideologi adalah suatu pilihan yang jelas membawa komimitmen untuk mewujudkannya.Semakin dalam kesadaran ideologis seseorang akan berarti semakin tinggi perasaan komitmennya. Sebagai keseluruhan ideology pandangan,cita – cita keyakinan dan nilai bangsa.Indonesia yang secara normatif perlu di wujudkan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.namun kesadaran bermasyarakat akan ideologi bangsa itu bertingkat.
Ideologi pancasila yang merupakan dasar Negara itu berfungsi baik dalam menggambarkan tujuan Negara.Hakikat ideology adalah hasil refleksi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya.
Fungsi Ideologi
1. Struktur koqnitif,ialah keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian dalam alam sekitarnya.
2. Orientasi dasar Negara dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia.
3. Norma- norma yang menjadi pedemon dan pegangan bagi seorang untuk melangkah dan bertindak.
4. Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan indentiknya
5. Kekuatan yang menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuh.
6. Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami menghayati serta memolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma – norma yang terkandung dalamnya.
Ideologi di samakan dengan filsafat ideologi mengandung nilai dan pengetahuan
Filsofis.Tetapi berlaku sebagai keyakinan yang normatif,sebaliknya filsafat adalah rangkaian pengetahuan ilmiah yang disusun secara sistematis tenteng kenyataan – kenyataan hidup dalam bermasyarakat dan bernegara .
Refleksi filsofis membuat ideology tetap terbuka,tidak eksklusif dan tidak totaliter bahkan sebaliknya.Menjadi dinamis dan tanggap terhadap perubahan dan ke majuan – majuan melalui interpretasi –interpretasinya yang objectif,rasional bdan ilmiah.Dengan demikian ideologi mmenjadi tatap relauan.
0 komentar:
Posting Komentar